Pembangunan Jalan Antarkota Tak Maksimal Diduga Akibat Wiremesh

Komisi III DPRD Sampang mengerjakan pengawasan tiba-tiba (sidak) pembangunan jalan antarkota di Jalan Mangkubumi–Jalan Syamsul Berbudiin, Sampang, Kamis (15/11). Menurut wakil rakyat, pembuatan project itu tidak maksimum.

Waktu pembuatan pembangunan jalan antarkota itu 20 Oktober sampai 22 Desember. Anggarannya Rp 2.220.603.000 mengambil sumber dari APBD 2018. Project itu dilakukan CV Puji Karunia.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Anwar Sanusi menyampaikan, faksinya pingin ketahui hasil pembuatan project. Faksinya pun tidak bekerjasama dengan OPD berkaitan biar bertambah tepat penemuan di dalam lapangan.

Menurutnya, perkembangan pembangunan jalan itu baru 51 prosen. Dewan memperingatkan biar pembuatan terwujud sesuai sama agenda. Berkaitan kwalitas pembuatan, Anwar menyatakan banyak ketahui lantaran tak punyai alat untuk melihat ulang bahan cor serta yang lain. “Yang pasti kesibukan dapat dituntaskan sama dengan deadline,” tangkisnya.

Ketua Komisi III DPRD Sampang Moh. Nasir mengimbuhkan, faksinya telah mengharap gagasan biaya ongkos (RAB) project itu. tapi, pekerja menyatakan tak ada. “RAB-nya tukasnya tak ada. Kami mengharap terhadap pelaku kwalitas serta deadline untuk menjadi perhatian,” sarannya.

Orang politik Gerindra asal Kecamatan Omben itu mengatakan, hasil sidak komisi III dapat diungkapkan terhadap OPD berkaitan. “Kami dapat ke lapangan untuk menginventarisasi kasus di semua sektor,” janjinya.

Sementara saat itu, pengawas lapangan project itu Moh. Syamsul Risal Arofah menyampaikan, panjang jalan 318 mtr. serta lebarnya 11 mtr.. Ada tempat jalan serta poisisi pundak jalan. Tempat pundak jalan berlainan, segi kanan 120 mtr. serta segi kiri 90 mtr..

Sewaktu tak menggapai gagasan sama dengan di dalam lapangan, faksinya dapat menaikkan panjang maka dari itu volume konsisten. Ketebalan pembangunan jalan 30 cm. “Besi wiremesh tak ada penyanggah. Kelak kami dapat penilaian. Tempat wiremesh ada pada tempat tengah, dapat kami jadi penyangganya kelak,” tangkisnya.

Syamsul Risal sangat percaya pembuatan tuntas sesuai sama deadline. Mulai sejak minggu awal kalinya, faksinya kerja lembur. Ditambah lagi pengiriman coran cepat. “Kami dapat optimalkan waktu yang ada. Untuk aliran irigasi telah rusak sebelumnya muncul pekerjaan,” tutupnya.

READ  Pasca-Pandemi Produsen Baja Ringan Perkuat Pemasaran Digital